Setiap tahun, tekanan darah tinggi menyumbang kematian hampir 9,4 juta orang akibat penyakit jantung dan stroke, dan jika digabungkan, kedua penyakit ini merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Hipertensi kerap terjadi bersamaan dengan faktor-faktor risiko lain seperti obesitas, diabetes, dan kolesterol tinggi yang meningkatkan risiko kesehatan.

 

Data World Health Organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan, di seluruh dunia, sekitar 972 juta orang atau 26,4% penghuni bumi mengidap hipertensi dengan perbandingan 26,6% pria dan 26,1% wanita. Angka ini kemungkinan akan meningkat menjadi 29,2% di tahun 2030. Dari 972 juta pengidap hipertensi, 333 juta berada di negara maju dan 639 sisanya berada di negara sedang berkembang, temasuk Indonesia (WHO, 2012).

Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat diberikan pada penderita hipertensi adalah terapi nutrisi yang dilakukan dengan manajemen diet hipertensi. Contohnya dengan pembatasan konsumsi garam, mempertahankan asupan kalium, kalsium, dan magnesium serta membatasi asupan kalori jika berat badan meningkat. Diet dengan pembatasan tersebut dikenal dengan DASH. DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) merekomendasikan pasien hipertensi banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran, meningkatkan konsumsi serat, dan minum banyak air (U.S. Department Of Health And Human Services, 2006).

Diet DASH adalah singkatan dari Dietary Approach to Stop Hypertension. Diet ini dibuat oleh konstitusi kesehatan pemerintah di Amerika Serikat untuk orang-orang yang menderita hipertensi. Tetapi, para ahli juga menemukan bahwa diet DASH juga memiliki pengaruh positif terhadap penyakit stroke, diabetes dan penderita obesitas. Selain itu diet DASH juga bisa membantu memberi perlindungan terhadap risiko penyakit kanker dan jantung.

Tujuan utama dari diet ini adalah untuk menurun­kan tekanan darah, metode ini memang tidak diformulasikan sebagai diet penurun berat badan. Walaupun demikian beberapa studi menunjukkan bahwa Diet DASH ini juga lumayan potensial untuk membantu menurunkan berat badan. Salah satu studi tentang diet ini dipublikasikan dalam Archives of Internal Medicine, di mana para peneliti melibatkan 144 partisipan dewasa dengan kelebihan berat badan atau disebut juga sebagai obesitas. Partisipan / peserta dibagi ke dalam tiga kelompok di mana salah satu kelompok diminta untuk melakukan Diet DASH. Setelah empat bulan, kelompok yang melakukan Diet DASH mengalami penurunan berat badan dalam jumlah lebih banyak. 

 

#STIKes Indramayu

#Having Positive Contributions