STIKes Indramayu berkontribusi dalam kegiatan Sosialisasi Siswa Siaga Bencana Tahun 2018 pada tanggal 07-09 Agustus 2018 yang diselenggarakan oleh BPPD Indramayu. Acara tersebut diadakan di SMAN 1 Terisi yang diikuti oleh siswa kelas 10, 11 dan 12 dengan total peserta sebanyak 200 Peserta. Tiga dosen dari STIKes Indramayu yang berpartisipasi sebagai pembicara dalam acara tersebut adalah Riyanto, S.Kep., Ns., M.Kep, Titin Hidayatin, S.Kep., Ns., M.Kep, dan Eka Juwita Handayani, S.Kep., Ns. M.Kep.

Materi yang diberikan kepada peserta adalah pertolongan pertama pada korban gempa, praktik memandikan korban pasca bencana, Bantuan Hidup Dasar (BHD), dan simulasi terjadinya gempa, dan transport korban. Keterlibatan Institusi kesehatan dalam memberikan pendidikan siaga bencana menjadi hal yang penting karena menurut United International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR), Indonesia adalah salah satu Negara yang paling rawan terkena bencana alam di dunia. Berbagai bencana alam yang rawan terjadi di Indonesia adalah gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan.

Siswa siaga bencana adalah implentasi dari Rencana Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana (RAN PRB) yang mengacu pada prioritas 3 dalam Kerangka Kerja Aksi Hyogo 2005-2015, yaitu menggunakan pengetahuan, inovasi dan pendidikan untuk membangun sebuah budaya keselamatan dan ketahanan di semua tingkat. Dengan demikian, konsep sekolah siaga bencana tidak hanya terpaku pada unsur kesiapsiagaan saja, melainkan juga meliputi upaya-upaya mengembangkan pengetahuan secara inovatif untuk mencapai pembudayaan keselamatan, keamanan, dan ketahanan bagi seluruh warga sekolah terhadap bencana

Ketua STIKes Indramayu menjelaskan bahwa dosen dari STIKes Indramayu siap memberikan kontribusi bagi masyarakat baik mandiri maupun bekerjasama dengan pihak terkait dalam upaya peningkatan pengetahuan, ketrampilan maupun inovasi untuk terciptanya masyarakat siaga bencana.

Having Positive Contributions