Tanggal 08 Juli diperingati sebagai hari satelit palapa. Palapa adalah nama bagi sejumlah satelit telekomunikasi Indonesia. Nama ini diambil dari Sumpah Palapa yang pernah dicetuskan oleh Patih Gajah Mada dari Majapahit pada tahun 1334. Tanggal 08 Juli dipilih sebagai Hari Satelit Palapa bagi Indonesia karena pada tanggal tersebut satelit palapa mulai diluncurkan. Satelit diakui telah menjadi bagian dari kehidupan manusia di berbagai belahan bumi. Dengan satelit, orang dapat saling berhubungan, tanpa mengenal jarak dan waktu, bahkan pada tempat yang terpencil sekalipun. Perkembangan teknologi komunikasi sangat berperan dalam meningkatkan arus informasi, yaitu dengan mengggunakan satelit komunikasi.

Salah satu pemanfaatan satelit komunikasi untuk pelayanan kesehatan misalnya adalah Proyek Medis Alaska (The Alaskan Medical Project) yang berlangsung tahun 1971 dan 1974-1975 (dengan ATS-6) merupakan pemanfaatan satelit untuk pelayanan kesehatan masyarakat Eskimo di pedesaan yang umumnya terpencil, sukar dihubungi, dan terletak di daerah yang secara alamiah rawan. Sistem komunikasi ini selain untuk keperluan hubungan perawatan darurat, diagnostik, dan pemberian advis, dimanfaatkan pula untuk komunikasi sosial antara pasien yang diungsikan ke rumah sakit yang jauh dari keluarganya.

Bentuk pemanfaatan satelit komunikasi yang hingga saat ini masih terus digunakan di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Inggris adalah telenursing.. Telenursing adalah upaya penggunaan teknologi informasi dalam memberikan pelayanan keperawatan dalam bagian pelayanan kesehatan dimana ada jarak fisik yang jauh antar perawat dan pasien, atau antara beberapa perawat. Di Inggris, 15% pasien yang dirawat di rumah dilaporkan memerlukan teknologi telekomunikasi, dan sejumlah studi yang diadakan di Eropa memperlihatkan bahwa sejumlah besar pasien mendapatkan pelayanan telekomunikasi di rumah dengan telenursing. Pasien tirah baring, pasien dengan penyakit kronik seperti penyakit paru obstruktif kronis, diabetes melitus, gagal jantung kongestif, cacat bawaan, penyakit degeneratif persyarafan, dan lain-lain yang dirawat di rumah, dapat memperoleh perawatan rutin oleh perawat melalui videoconference, internet, videophone, dan sebagainya. Pasien pasca operasi yang memerlukan perawatan luka dan pasien dengan keterbelakangan mental juga bisa mendapatkan perawatan serupa. Sedangkan di Indonesia, telenursing sejauh ini dikembangkan untuk keperluan pendidikan.

Telenursing diakui sebagai  sistem pemberian pelayanan keperawatan yang efektif, dimana  ini akan membuat klien lebih mudah untuk mendapatkan informasi pelayanan keperawatan dan meningkatkan kemampuan klien untuk merawat dirinya sendiri. Selain itu telenursing juga membantu klien dan keluarga untuk ikut berpartisipasi aktif dalam perawatan terutama self-management  untuk penyakit kronis dan mengurangi lama perawatan (Length of Stay). Sistem ini memungkinkan perawat memberikan informasi dan dukungan yang akurat secara online.

 

Having Positive Contributions

*Dikutip dari berbagai sumber