Pada tahun ini, animo masyarakat dunia tertuju pada pergelaran akbar piala dunia di Rusia. Tidak terkecuali bagi masyarakat Indonesia, meskipun belum dapat bergabung sebagai peserta dalam gelaran prestisius tersebut, namun Indonesia merupakan salah satu negara dengan penggemar bola terbesar di dunia. Tidak heran jika pesta piala dunia juga menjadi bagian dari negeri ini.

 

Masyarakat merayakannya dengan berbagai cara seperti nonton bola bersama, menghiasi desa dengan atribut piala dunia atau mengoleksi berbagai pernak-pernik piala dunia.

Namun, banyak yang tidak memahami bahwa menonton bola dapat berdampak buruk pada kesehatan mereka. Di tengah kecemasan dan kekhawatiran selama menonton tim favorit, banyak yang tidak menyadari hal tersebut berpotensi memicu hormone kortisol.  Berdasarkan laporan dari Sains Daily, sebuah studi yang dipimpin oleh Dr Alicia Salvador dari Universitat de Valencia menunjukkan, bahwa testoteron dan kortisol penonton cenderung  meningkat selama menonton pertandingan sepak bola. Kortisol itu sendiri adalah hormon stres utama dalam tubuh dan terkait dengan sejumlah masalah kesehatan, termasuk obesitas.

Melalui penelitian yang diterbitkan di jurnal PLoS ONE, Salvador membuktikan melalui serangkaian analisis dari jumlah pendukung tim sepak bola Spanyol saat menonton pertandingan melawan tim Belanda di Piala Dunia 2010 di negara itu. Dalam studi ini, peneliti meminta para pendukungnya untuk menyampaikan harapan dan perasaan sebelum pertandingan. Para peneliti kemudian meneliti tingkat testoteron dan kortisol sebelum, selama dan setelah pertandingan. Hasilnya, testoteron dan kortisol meningkat ketika seseorang menghadapi situasi kompetitif yang paling bergairah dan memiliki peningkatan stres secara maksimal, terutama pendukung fanatik yang usianya masih muda.

 Selain berdampak pada psikologis, menonton bola juga berakibat pada kesehatan jantung manusia. Hal ini dikarenakan selama proses pertandingan, masyarakat cenderung menerapkan pola hidup yang tidak sehat seperti begadang, mengkonsumsi makanan berlemak, merokok dan minuman beralkohol. Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 di Jerman ditemukan bahwa kejadian kegawatdaruratan jantung meningkat 2.66 kali lebih tinggi saat tim nasional Jerman bermain. 

Berlatar belakang dari berbagai potensi permasalahan kesehatan yang muncul akibat piala dunia, masyarakat dihimbau untuk tetap menjaga kesehatan mereka. Pola hidup sehat dengan tidak merokok, tidur cukup, tidak menkonsumsi alcohol dan  tidak mengkonsumsi makanan berlemak secara berlebihan adalah beberapa cara yang dapat diterapkan oleh masyarakat untuk menghindari dampak buruk dari piala dunia. Dan yang terakhir adalah bersikap tenang jika tim favorit kalah, ingat dunia tidak akan berakhir hanya karena tim favorit anda kalah.

 

Having positive contributions