Demensia adalah gangguan otak progresif yang dapat mengikis banyak aspek dari fungsi pembelajaran seperti menurunkan kemampuan seseorang untuk mengingat, memecahkan masalah dan berkomunikasi.

 

Selanjutnya, demensia juga dapat mengakibatkan gangguan pada kehidupan seseorang. Penurunan daya ingat bukan tanda utama penderita demensia karena banyak orang juga mengalami penurunan daya ingat namun tanpa terdiagnosa demensia. Demensia bukan bagian yang normal dari proses penuaan, meskipun kasus demensia banyak terjadi pada orang tua. Untuk dapat mengetahui apakah seseorang menderita demensia atau tidak, ada beberapa tes  yang harus dilalui untuk menegakan diagnosa.

Kasus demensia mengalami peningkatan yang sangat signifikan hampir di semua Negara. Saat ini, sebanyak 47 juta manusia menderita demensia. Angka ini kemungkinan akan naik hingga mencapai 75 juta pada tahun 2030 dan 132 juta pada tahun 2050. Pengobatan untuk menyembuhkan demensia hingga saat ini belum ditemukan, namun ada beberapa uji klinis yang yang mungkin dapat berdampak pada kualitas hidup penderita demensia.

Sebuah  penelitian dilakukan pada 2.906 orang tua dengan kisaran umur antara 57 sampai dengan 85 tahun dengan melakukan tes penciuman sederhana. Mereka diminta untuk mengidentifikasi lima jenis bau dengan cara menciumnya. Kelima jenis bau tersebut adalah bau ikan, peppermint, jeruk, bunga mawar, dan bau kulit. Bau peppermint adalah bau yang paling mudah untuk diidentifikasi sementara pada bau kulit, beberapa responden mengalami kesulitan untuk dapat mengidentifikasinya. Peneliti menemukan bahwa sebagian besar partisipan dapat menjawab dengan benar setidaknya 4 jenis bau, 7 % dapat mengidentifikasi 2-3 bau, 2.2% hanya dapat menebak satu jenis bau dan 1% sama sekali tidak dapat menebak jenis bau yang diberikan.

Lima tahun setelah penelitian, tes untuk menegakan diagnosa demensia dilakukan pada semua partisipan. Tim peneliti menemukan bahwa partisipan yang tidak dapat mengidentifikasi bau mempunyai kemungkinan dua kali lebih besar terdiagnosa demensia selama 5 tahun terakhir dari pada mereka yang setidaknya dapat mengidentifikasi 3-5 jenis bau. Dr. Stephen Thielke dari Psychiatry and Behavioral Sciences Faculty at the University of Washington menjelaskan bahwa permasalahan pada penciuman dapat dihubungkan dengan penurunan kemampuan otak. Namun bukan berarti tes penciuman dapat digunakan sebagai tes prediksi untuk kejadian demensia. Tes penciuman berfungsi untuk mengidentikasi seseorang yang mempunyai resiko tinggi  terkena demensia sehingga dapat digunakan untuk mencegah kejadian demensia sedini mungkin.

Salam sehat jiwa, mari kita jaga dan tingkatkan kesehatan jiwa kita. Let’s Have Positive Contributions

 

Sumber : https://www.medicalnewstoday.com/articles/319589.php