Indonesia dibawah ancaman serangan hoax, kiranya inilah yang menjadi fenomena aktual yang ada di Indonesia. Data yang dipaparkan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika menyebutkan ada sebanyak 800 ribu situs di Indonesia yang terindikasi sebagai penyebar berita palsu dan ujian kebencian (hate speech). Sementara pada tahun 2016, Kemkominfo telah memblokir 773 ribu situs yang mengandung unsur pornografi, SARA, penipuan/dagang illegal, narkoba, perjudian, radikalisme, kekerasan, anak, keamanan internet, dan Hak kekayaan Intelektual (HKI).

Beredarnya berita hoax yang sebagian besar datang dari sosial media seperti facebook, twitter, instagram dan WhatsApp tak jarang membuat keresahan yang luar biasa pada masyarakat. Seorang psikolog dari Inggris Dr. Graham Davey menjelaskan bahwa berita bohong akan menimbulkan kekerasan, kebingungan, serta perasaan tidak aman. Inilah yang akan memicu kesehatan mental seseorang.   “Berita negatif secara signifikan dapat mengubah suasana hati seseorang, terutama jika di dalam berita tersebut ada penekanan pada penderitaan dan dibumbui komponen emosional dari cerita.”

Penerbitan berita hoax yang dilakukan oleh penulisnya sebagian besar dilatarbelakangi oleh kebutuhan rating pengunjung di Web atau blognya. Dengan meningkatnya rating sebuah blog atau web maka pembuat berita hoax akan mendapatkan keuntungan uang dari pembayaran iklan Google Adsense (GA) yang ditampilkan di Website/blognya. Terlepas dari penggunaan hoax untuk berbagai kepentingan, hal yang paling memprihatinkan dari fenomena pembuatan berita hoax adalah perasaan kepuasan hati bagi pembuat berita dengan viralnya berita hoax yang dia buat dan sebarkan. Dalam dunia psikologi melakukan tipu daya seperti ditunjukkan dengan berbohong atau menipu orang lain untuk keuntungan pribadi atau kesenangan adalah satu cirri-ciri penderita Antisosial Personality Disorder. Antisosial Personality Disorder didefinisikan sebagai Gangguan kepribadian antisosial yang dalam budaya popular disebut sebagai sociopathy. Individu dengan antisosial Personality Disorder sering kurang empati dan cenderung tidak berperasaan, sinis, dan menghina perasaan, hak, dan penderitaan orang lain.

Viralnya berita-berita hoax yang ada di masyarakat berpotensi besar merusak gangguan kesehatan baik bagi pembuat berita, penyebar berita, maupun pihak yang mengkonsumsi berita. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk menjaga kesehatan mental akibat hoax yang kerap terjadi adalah dengan mengidentifikasi terlebih dahulu setiap berita yang dibaca. Hal ini bertujuan agar emosi masyarakat tidak mudah dipicu oleh banyaknya ujaran kebencian dan berita hoax di media social.

 

Selamat Hari Kesehatan Mental, Mari jaga kesehatan mental kita dengan tidak membuat dan mengkonsumsi berita hoax.

 

*Dari berbagai Sumber