Sebagai daerah dengan kondisi demografis yang rentang dengan bencana alam, STIKes Indramayu yang terletak di Kabupaten Indramayu berusaha untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat Indramayu dengan menciptakan desa ‘tangguh bencana’. Dalam wadah koordinasi BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Indramayu dan PMI Indramayu, STIKes Indramayu memberikan edukasi mengenai perawatan keluarga pada kondisi bencana alam di desa Majasari, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 September 2017.

Tim dosen yang memberikan edukasi adalah dosen dari Program Studi Ilmu Keperawatan, yaitu: Dedeh Husnaniyah, S.Kep., M.Kep, Wenny Nugrahati C, S.Kep., Ns., M.Kep, dan Riyanto, S.Kep., Ns., M.Kep. Selaku fasilitator, para dosen tersebut memberikan penjelasan bahwa kebutuhan personal hygiene pada kondisi bencana alam adalah hal yang penting. Dengan personal hygiene yang benar maka akan mempercepat proses rehabilitasi akibat bencana alam seperti pada proses penyembuhan luka. Namun sayangnya kecenderungan masyarakat saat bencana alam hanya berfokus pada kebutuhan logistik padahal personal hygiene juga sama pentingnya dengan kebutuhan logistik masyarakat. 

Fasilitator mempraktekan ketrampilan personal hygiene

Selanjutnya, juga dijelaskan bahwa ketrampilan personal hygiene bukan hanya dapat diterapkan bagi korban bencana alam saja, namun dapat juga diterapkan kepada anggota keluarga yang sakit dan membutuhkan bantuan perawatan. Tujuan dari edukasi ini adalah pencapaian aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Setelah mendapatkan penjelasan, masyarakat diminta untuk mempraktekan langsung bagaimana  cara memberikan perawatan personal hygiene pada korban bencana alam ataupun keluarga yang sakit dan membutuhkan perawatan. Masyarakat mengaku sangat senang dengan kegiatan desa tangguh bencana. Antusias warga terlihat dari banyaknya jumlah peserta desa tangguh bencana dan kemauan yang tinggi untuk mempraktekkan secara langsung cara personal hygiene yang benar.

Let's Have Postive Contributions