Hidup yang menyenangkan didefinisikan oleh sebagai orang dengan berlimpahnya materi, banyaknya teman, keluarga yang sempurna dan berbagai hal lainya yang bersifat fisik. Tidak banyak orang yang berfikir bahwa kebahagiaan adalah tentang bagaimana cara kita mengontrol hidup kita. Inilah mengapa jika manusia dihadapkan dengan hal-hal yang tidak menyenangkan didalam hidupnya/cobaan akan banyak berpengaruh terhadap kesehatan mental mereka karena ketidakmampuan mengontrol diri.

Namun tidak dengan Sam Berns, seorang anak yang divonis menderita progeria pada tahun 1998 disaat usianya baru menginjak 2 tahun. Progeria merupakan penyakit kesalahan kode genetik (terjadi mutasi), tepatnya kelainan protein (Lamin A) di sekitar inti sel atau menurut para ahli lainnya kesalahan terdapat di kromosom, pada seseorang yang mengakibatkan penuaan dini sebelum waktunya.

Sam memilih untuk bahagia dan tidak terpenjara dengan kondisi fisik tubuhnya. Dia memilih untuk hidup layaknya anak-anak pada umumnya. Dalam sebuah penelitian tentang progeria treatment study dimana Sam menjadi salah satu responden, dia diberikan pertanyaan “apakah hal terpenting yang orang harus tahu tentang kamu?” dan dengan lantang Sam menjawab “saya mempunyai kehidupan yang luar biasa bahagia”. Sam menjelaskan filosofi tentang kebahagiaan yang dia kelompokan menjadi 3 aspek. Terinpirasi dari quote Ferris Buller “Life moves pretty fast. If you don’t stop and look around once a while, you  could miss it”, Sam tidak mau terjebak dengan kondisi yang dialami. Aspek pertama untuk mencapai kebahagiaan adalah dia berfokus pada hal-hal yang bisa dia lakukan sebagai penderita progeria dibanding menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bisa dia lakukan seperti bermain roller coaster, sepak bola dll.

Sam saat bermain marching band

Aspek kedua yang dijelaskan Sam tentang bagaimana menghabiskan hidup dengan bahagia adalah dengan menghabiskan waktu dengan orang-orang yang luar biasa. Sam mempunyai keluarga dengan pemikiran yang sangat positif dan itu sangat berdampak baik terhadap cara Sam memandang hidup. Dia selalu mendapatkan support dari keluarga dan teman-temanya sehingga jika kondisi penyakit yang dialami semakin memburuk, Sam tetap yakin dan optimis dengan hidupnya. Aspek ketiga adalah filosofi untuk terus melangkah. Sam selalu mencoba hal-hal baru yang menyenangkan setiap harinya. Hal-hal baru terebut secara keseluruhan adalah hal-hal yang sangat sederhana seperti target menyelesaikan buku bacaan, menghabiskan waktu liburan bersama keluarga, pergi bermain bersama teman-temanya, dll. Semua hal baru yang dia lakukan adalah untuk menjaga fokusnya tentang menghabiskan masa depanya dengan cara yang menyenangkan dibanding hanya duduk merenung meratapi nasib terhadap penyakitnya.  Kehidupan Sam Berns telah difilmkan dalam sebuah film dokumentasi berjudul “Life According to Sam”

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=36m1o-tM05g