Kasus penyakit Alzheimer yang ditandai dengan penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku diperkirakan akan mengalami peningkatan secara signifikan seiring dengan perubahan perilaku dan gaya hidup yang tidak sehat dari masyarakat. Beberpa peneliti telah melakukan berbagai penelitian dalam upaya menekan angka kejadian Alzheimer. Para peneliti sebagian besar berfokus pada upaya meminimalisasi jumlah beta amyloid, protein yang bersifat racun didalam otak yang jika terakumulai dapat menghabat sinaps didalam otak.  Sinaps adalah struktur yang memungkinkan neuron (atau sel saraf ) untuk melewatkan sinyal listrik atau kimia ke sel lain (atau sebaliknya). Sinyal-sinyal inilah yang secara sederhana digunakan oleh neuron di otak untuk berkomunikasi. Alzheimer terjadi ketika ruang sinaps terisi penuh oleh beta amyloid sehingga menghambat komunikasi antar neuron.

Lisa Genova seorang neuroscientist dan penulis buku berjudul "Still Alice," menjelaskan akumulasi beta amyloid ini sebagai tipping point. Tipping point juga akan berdampak pada aktifitas yang berlebih dari microglia, sel imun dalam otak yang bersifat fagosit. Aktifitas yang berlebih dari microglia akan mengakibatkan inflamasi dan merusak neuron otak dan memperburuk kondisi ingatan seseorang akibat terhambatnya system informasi otak. Upaya yang dilakukan oleh peneliti sebagian besar berfokus pada pencegahan produksi beta amyloid mencapai tipping point dengan menggunakan obat-obatan. Meskipun ada beberapa metode selain obat-obatan yang telah dikembangkan oleh neuroscientist yaitu dengan meneliti slow wave deep sleep yang telah terbukti dapat menghilangkan beta amyloid namun peneliti menemukan bahwa tidur yang terganggu juga dapat memicu peningkatan jumlah beta amyloid.

Sebuah pendekatan yang ditawarkan oleh Lisa Genova untuk mencegah Alzheimer adalah dengan memperbanyak sinaps didalam otak. Alzheimer adalah tentang seseorang yang kehilangan sinaps karena blokade beta amyloid sehingga memperbanyak sinaps didalam otak dipercaya dapat menjaga komunikasi di dalam otak tetap berlangsung. Lalu bagaimanakah cara memperbanyak sinaps didalam otak? Lisa menjelaskan bahwa setiap manusia belajar sesuatu hal yang baru maka akan membentuk koneksi neuron yang baru. Inilah cara yang disarankan oleh neuroscientist untuk memperbanyak sinaps. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 678 responden dimana perserta diminta untuk mendonasikan otaknya setelah meninggal ditemukan sebuah hasil yang sangat mengejutkan. Beberapa otak responden tidak ditemukan adanya plak akibat akumulasi beta amyloid, kerusakan sinaps, dan banyaknya sinaps yang nampak didalam otak. Hal ini berhubungan dengan aktifitas pembelajaran yang telah dilakukan oleh responden selama hidup. Responden yang mempunyai banyak gelar akademik dan tingkat literasi yang tinggi akan berpengaruh terhadap banyaknya sinaps baru yang terbentuk didalam otak mereka.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=twG4mr6Jov0