Indramayu, dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan yang mampu bersaing di era global STIKes Indramayu memberikan pembekalan kepada para wisudawan/wisudawati pada tanggal 22 September 2017. Pembekalan diselenggarakan oleh tiga Program Studi yaitu Program Studi Profesi Ners, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Program Studi Kebidanan. Masing-masing program studi menghadirkan pembicara yang berkompeten guna menyampaikan beberapa hal penting terkait keanggotaan tenaga kesehatan baik bagi bidan, perawat maupun ahli kesehatan masyarakat dan prosedur pengajuan STR (Surat Tanda Registrasi) sebagai bukti legal bagi tenaga kesehatan untuk dapat mengaplikasikan ilmunya kepada masyarakat.

Prodi Kebidanan pada tahun 2017 mengangkat tema ‘How to become a professional midwife’ yang mendatangkan tiga pembicara yaitu Hj. Mien Ratminah, Amd.Keb, S.KM selaku Kepala Pengurus Daerah IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Jawa Barat, Hj. Ipah Saripah, Amd.Keb, S.KM., M.Kes, dan Hj. Ida Nuraidha, S.ST, S.KM, M.KM selaku Kepala Pengurus Cabang IBI Indramayu. Kegiatan seminar dan pembekalan diikuti oleh 43 orang peserta yang terdiri dari 38 peserta dari Prodi Kebidanan Indramayu dan 5 orang peserta dari bidan. Selain dibekali mengenai prosedural pengajuan STR dan keanggotaan, peserta seminar juga diberikan motivasi untuk dapat meningkatkan kapasitas diri dan kepribadian agar menjadi seorang bidan yang professional. Hj. Ipah Saripah juga menekankan pentingnya kemampuan bahasa asing bagi seorang bidan sehingga bidan mampu melebarkan ruang karirnya ke tingkat international. Untuk kelulusan Uji Kompetensi Kebidanan STIKes Indramayu mencapai 87.17%.

Sementara Progam Studi Ilmu Kesehatan masyarakat mendatangkan dua pembicara dari IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia) yaitu Suhat, S.KM., M.Kes selaku Ketua IAKMI Jawa Barat dan Harsono, S.KM selaku Ketua IAKMI Indramayu. Dalam pembekalan yang diberikan kepada 26 mahasiswa, pembicara menyampaikan mengenai kompetensi bagi tenaga ahli kesehatan masyarakat, peluang kerja serta tantangan kerja bagi ahli kesehatan masyarakat dan jejang karir tenaga ahli kesehatan masyarakat. Kelulusan Uji Kompetensi mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat yang mencapai 100% diapresiasi oleh Ketua IAKMI untuk pencapaian kelulusan yang sangat luar biasa.

Pembekalan Program Studi Ilmu Kesehatan Msyarakat

Program Profesi Ners juga mengadakan kegiatan pembekalan bagi lulusan Ners STIKes Indramayu yang dihadiri oleh Ketua PPNI Jawa Barat H.Wawan Hernawan, S.Kp. sebagai pembicara. Pembekalan yang dihadiri oleh 38 mahasiswa lulusan Program Profesi Ners menekankan kepada urgensi STR bagi seorang perawat. Ketua PPNI Jawa Barat mengaku bangga dengan apa yang telah dicapai oleh mahasiswa STIKes Indramayu dengan peningkatan kelulusan yang sangat tinggi dibanding tahun sebelumnya. Namun H.Wawan Hernawan, S.Kp menjelaskan bahwa yang terpenting bagi seorang perawat adalah tentang etika. Seorang perawat dituntut untuk mampu bersikap baik terhadap pasien, masyarakat dan rekan kerja.

Pembekalan Program Studi Profesi Ners