Manusia menghabiskan waktu tidur rata-rata 8 jam per hari atau 1/3 dari waktu yang yang dimiliki oleh manusia dihabiskan dengan tidur. Sebagian orang menganggap bahwa tidur hanyalah sebuah aktivitas untuk mengistirahatkan tubuh agar dapat beraktifitas kembali dikeesokan harinya. Penny (Penelope) Lewis seorang neuroscientist dari universitas Manchester dalam sebuah kuliah singkat yang diadakan oleh TEDx menjelaskan bagaimana dengan memanipulasi tidur dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Dalam sebuah study yang dilakukan oleh Penny dengan memasangkan elektroda di kepala responden menunjukan beberapa aktifitas otak yang tergambar selama tidur. Pada orang yang terbangun aktifitas otak menunjukan gelombang listrik yang disebut sebagai wiggly line dimana tidak terjadi sinkronisasi gelombang. Sementara pada kondisi tidur nyenyak gelombang listrik terlihat lebih lambat dengan amplitudo yang lebih tinggi dan lebih sinkron. Beberapa guncangan gelombang terlihat pada aktifitas tidur nyenyak ini yang terjadi pada bagian otak tertentu. Pada kondisi tidur yang lebih dalam, gelombang listrik semakin melambat semakin sinkron namun amplitudo semakin meningkat atau yang disebut sebagai slow-wave. Sementara pada kondisi Rapid Eye Movement, gelombang aktifitas otak terlihat hampir menyeruapi kondisi terbangun, hal ini terjadi karena adanya aktifitas mimpi selama fase ini.

            Penny menjelaskan bahwa semua aktifitas otak manusia dari mulai terbangun hingga Rapid Eye Movement berfungsi untuk menjaga kesehatan otak manusia. Pada beberapa penelitian menunjukan bahwa pada aktifitas slow-wave, ruang antar sel didalam otak manusia akan mengembang sekitar 60% yang berfungsi untuk meningkatkan aliran cairan otak. Aliran cairan otak ini sendiri berfungsi untuk menghilangkan Beta Amyloid, protein yang bersifat racun yang jika dibiarkan akan membentuk plak dan meningkatkan kejadian Dementia dan Alzaimer. Namun seiring bertambahnya usia manusia maka pola tidur manusiapun akan berubah dan ini juga akan berpengaruh terhadap kondisi aktifitas otak manusia. Aktifitas slow-wave pada orang yang berusia diatas 65 tahun tidak lagi nampak, gelombang amplitude semakin turun. Kondisi inilah yang melatarbelakangi Penny untuk memanipulasi tidur manusia dengan menstimulasi pergerakan gelombang otak manusia agar tercipta amplitudo yang semakin tinggi dan menjaga aktifitas slow-wave.

            Pergerakan aktifitas otak manusia juga berfungsi untuk meningkatkan memory otak manusia. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Penny, dia mengintruksikan respondenya untuk menggerakan jari-jari tangan dengan pola tertentu. Setelah berlatih selama dua jam, di jam 10 pagi responden diminta untuk mengulang pola pergerakan jari selama 30 detik. Dari percobaan pertama, responden dapat mengulang pola pergerakan jari sebanyak 21 kali. Percobaan kedua dilakukan di jam 10 malam dimana responden rata-rata dapat mengulang sebanyak 22 kali. Hasil yang mengejutkan ditunjukan pada percobaan yang ketiga setelah semua responden telah tidur dimalam hari, rata-rata responden dapat mengulang pola pergerakan jari sebanyak 26 kali. Penelitian lain dilakukan dengan meminta responden mengingat arah navigasi dalam sebuah maze pada video game. Responden yang selama tidurnya didengarkan intruksi arah navigasi menunjukan hasil yang lebih baik ketika diminta kembali untuk menunjukan arah navigasi di hari berikutnya.

            Dari beberapa manipulasi tidur yang dilakukan oleh Penny menunjukan bahwa manipulasi tidur dapat bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas ingatan seseorang dan menjaga kesehatan seseorang dengan meningkatkan aktifitas slow-wave pada orang tua.

 

Sumber : TED Sleep-Engineering: Improve Your Life By Manipulating Your Sleep