Bung hatta dalam sebuah pidatonya berucap dengan  lantang “Aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” Dari kalimat tersebut dapat tergambar betapa dengan membaca adalah jembatan kemerdekaan bagi setiap manusia. Namun sayangnya minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah dan jauh tertinggal dari Negara lain. Data statistik UNESCO 2012 menyebutkan indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, setiap 1.000 penduduk, hanya satu orang saja yang memiliki minat baca. Angka UNDP juga mengejutkan bahwa angka melek huruf orang dewasa di Indonesia hanya 65,5 persen saja. Sedangkan Malaysia sudah 86,4 persen. 

Sebagai upaya meningkatkan minat baca di masyarakat Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi)   mencanangkan Gerakan Nasional Gemar Membaca dalam rangka Hari Buku Nasional 2017 yang jatuh pada tanggal 17 Mei 2017. Upaya ini ditempuh sebagai gebrakan untuk memotivasi masyarakat Indonesia agar lebih tertarik dengan kegiatan membaca.

STIKes Indramayu melalui Unit Kegiatan Mahasiswa LDK (Lembaga Dakwah Kampus) memberikan dukungan penuh terhadap gerakan nasional Gemar Membaca dengan berkontribusi secara nyata memberikan buku kepada anak-anak di Indramayu. Diharapkan dengan ketersediaan buku bagi anak-anak akan memberikan stimulasi bagi anak untuk mencintai kegiatan membaca.

 

Let's Have Positive Contributions