Dr H M Subuh, MPPM. selaku Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI menyatakan bahwa pada tahun 2019 akan ditambahkan 4 jenis vaksin pada program imunisasi nasonal yaitu vaksin MR (Measles-Rubella), Hib (Meningitis), Flu dan JE (Japanese Ensephalitis). Penyakit JE sepertinya masih tak sepopuler penyakit lainnya karena pada persebarannya menyerang daerah tertentu. Namun menurut Subuh penyakit ini dikembangkan oleh nyamuk culex (nyamuk sawah/ladang) yang sangat erat dengan lingkungan manusia, sehingga perlu diwaspadai karena JE sempat mewabah di Pulau Bali. Program vaksin ini dikampanyekan dan diperkenalkan terlebih dahulu di Bali hingga tahun 2018. Selain itu penyakit JE  berpotensi mengakibatkan infeksi syaraf di wilayah Asia –Pasifik dengan kematian rata – rata mencapai 10.000 setiap tahunnya. Lalu apa itu penyakit JE? berikut penjelasannya..

Pengertian

 

Penyakit Japanese Encephalitis (JE) merupakan penyakit zoonosis akut yang disebabkan oleh Virus JapaneseE Encephalitis (VJE), menyebabkan radang otak (ensefalitis) pada manusia melalui gigitan nyamuk yang akhirnya dapat menyebabkan kematian, cacat fisik, dan cacat mental. Dampak dari penyakit JE menyerang sistem syaraf, menyebabkan penyakit ensefalitis pada manusia terutama anak-anak di Asia.

 

Penyebab

Japanese encephalitis merupakan penyakit arbovirus yang disebabkan oleh virus JE yang termasuk dalam anggota kelompok Flavivirus, famili Flaviviridae. Virus ini merupakan kerabat dari virus Dengue yang menyebabkan penyakit Demam Berdarah. Penularannya pun hamper sama yaitu melalui binatang perantara diantaranya babi, kera, burung dan lain-lain serta vector (nyamuk). Vektor nyamuk Culex tritaeniorhynchus, Cx gelidus, dan Cx fuscocephala.

 

Gejala

Pada manusia penyakit JE menimbulkan beberapa gejala, yaitu :

  1. Gangguan syaraf sangat dominan,terutama pada anak-anak di bawah umur 14 tahun
  2. Demam (lebih dari 38°C),
  3. Manifestasi neurologis yang meliputi gejala penurunan kesadaran, kaku kuduk, kejang, penurunan fungsi sistem gerak dan indera
  4. Manifestasi meningeal meliputi mual, irritability, sakit kepala dan ubun-ubun menonjol
  5. Dapat terjadi abnormal mental

 

Pencegahan

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan diantaranya :

1. Imunisasi JE

2. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)

Pemberian larvasida misalnya abate pada air yang menggenang, seperti bak air, disertai dengan

penyemprotan insektisida ataupun fogging untuk membunuh larva dan nyamuk dewasa secara berkala, perlu dilakukan di rumah ataupun di sekitar kandang temak.

3. Mengatur jarak ternak minimal 100 meter dari pemukiman

4. Menjaga kebersihan rumah dan kandang ternak

Demikian informasi mengenai penyakit JE. Semoga dapat menambah pengetahuan pembaca dan menambah kewaspadaan dalam meningkatkan perilaku pencegahan.

*Dikutip dari berbagai sumber