Sebuah penelitian kecil menunjukkan Nutrisi yang disebut  Kolin pada daging dan telur disebut bekerjasama dengan bakteri usus untuk meningkatan kerentanan darah menjadi lebih mudah membeku.

Peneliti menemukan bahwa ketika dilakukan pemberian 18 suplemen choline pada kelompok sehat, hasilnya meningkatkan produksi zat kimia yang disebut TMAO (Trimethylamine N-oxide).
TMAO pada gilirannya, meningkatkan kecenderungan sel darah mereka untuk menggumpal. Zat ini diproduksi saat bakteri usus mencerna kolin dan zat tertentu lainnya.

Studi sebelumnya telah menghubungkan tingkat TMAO yang lebih tinggi dalam darah dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah, serangan jantung dan stroke, kata Dr. Stanley Hazen, peneliti senior studi baru ini.

Dia menyatakan, temuan ini merupakan pertama kalinya yang memberikan bukti langsung bahwa kolin mengubah produksi TMAO di usus manusia, yang kemudian membuat trombosit lebih rentan menempe pada pembuluh darah yang dapat menyumbat pembuluh darah. Kolin ditemukan dalam berbagai makanan, tapi paling banyak terkonsentrasi pada produk hewani seperti kuning telur, daging sapi dan ayam.

Penelitian ini membuktikan konsumsi 450 mg kolin (sekitar 2-3 butir telur) per hari selama satu bulan meningkatkan kadar TMAO rata – rata 10 kali lipat.  Disertai hasil tes sampel darah subyek penelitian yang menunjukkan trombosit mereka menjadi lebih rentan terhadap pembekuan darah. Yang mana pembekuan darah tersebut sebagai factor risiko penyakit kardiovaskuler seperti jantung dan stroke.

"Studi ini memperlihatkan kita pada salah satu mekanisme dimana TMAO berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular," kata Dr. J. David Spence.

Hazen memberikan saran. "Anda tidak harus menjadi vegetarian,"tapi Anda bisa mencoba mengonsumsi lebih banyak makanan nabati, dan lebih banyak makanan vegetarian." Dia juga menunjuk diet Mediterania - kaya akan minyak zaitun, sayuran dan ikan. Dalam penelitian sebelumnya, Hazen mengatakan, timnya menemukan bahwa senyawa dalam minyak zaitun tampaknya menghambat pembentukan TMAO. Selain itu, studi baru menemukan senyawa lain yang mungkin melawan TMAO adalah aspirin dosis rendah.

Spence menyatakan, penelitian awal ini menunjukkan bahwa bakteri usus "microbiome" memainkan peran kunci dalam penyakit kardiovaskular sehingga suplemen probiotik (suplemen "baik") dapat membantu keseimbangan bakteri usus yang dapat menjai salah satu cara untuk mencegah penyakit jantung atau stroke pada kelompok risiko tinggi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa sangat perlu untuk memperbanyak konsumsi makanan nabati (zaitun dan sayuran) dan mengurangi makanan hewani (telur, daging dan ayam) sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyakit kardiovaskuler.


Sumber : Amy Norton. 2017. Common Food Nutrient Tied to Risky Blood Clotting Medicine.net

Temuan ini muncul dalam Circulation edisi 25 April online