Skip challenge atau pass out challenge adalah sebuah permainan yang kini sedang viral dimainkan oleh para remaja khususnya anak sekolah. Layaknya sebuah tren, cukup banyak remaja yang mengunggah video permainan ini di media sosial. Remaja memang dikenal sebagai masa yang suka mencoba, menyukai tantangan dan mengikuti tren, namun sebaiknya mereka bisa memilah antara hal yang baik dan buruk. Sebagai calon agen perubahan, sudah seharusnya mengikuti tren yang baik, bukan sebaliknya. Faktanya permainan ini mengancam kesehatan bahkan nyawa pemain. Beberapa tahun lalu seorang remaja di California David Nuno meninggal akibat menerima tantangan skip challenge. Bahkan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menyatakan, sepanjang 1995-2007 saja, ada 82 media di AS yang melaporkan kematian akibat permainan ini. Berikut akan dijelaskan bahaya dari skip challenge yang wajib untuk diketahui, yaitu sebagai berikut :

  1. Mengakibatkan kerusakan otak

Akibat menahan napas dan tekanan keras pada dada maka hal tersebut akan mengakibatkan kurangnya pasokan oksigen (asfiksia traumatik), otak menjadi kekurangan oksigen. Hal inilah yang menyebabkan pingsan sesaat dan bisa disertai kejang-kejang. Otak merupakan organ yang paling rentan mengalami kerusakan ketika kekurangan oksigen. Mulai dari kerusakan ringan hingga berat. Kerusakan ringan bisa berupa pusing sesaat, pandangan kabur, atau seperti terasa melayang. Kerusakan sedang yakni kejang-kejang hingga hilang kesadaran, risikonya jaringan yang rusak bisa pulih atau juga tidak. Sedangkan Kerusakan berat menyebabkan banyak sel otak yang mati. Hal ini bisa berujung pada risiko stroke, henti napas, henti jantung, hingga kematian

      2. Berdampak buruk pada lambung

Dikarenakan permainan ini mengahambat pasokan darah dan oksigen, maka efek skip challenge pun tidak hanya pada otak. Seperti yang diungkapkan oleh Ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Ari F Syam “Saya hanya mengingatkan bahwa skip challenge yang akhirnya mengakibatkan hipoksia tidak saja berdampak pada organ otak dan syaraf tetapi bisa berdampak pula pada organ-organ lain seperti organ lambung dan pencernaan," (12/3). Berdasarkan hasil penelitiannya, kondisi hipoksia dapat mengakibatkan perlukaan pada lambung berupa terjadinya ulkus.

     3. Menyebabkan gangguan pada organ penting tubuh

Masih dipaparkan oleh Ari F. Syam bahwa Proses penekanan pada dada sendiri, bisa menyebabkan trauma pada dada sampai patahnya tulang iga. Kondisi patah tulang juga bisa menembus paru sehingga terjadi kebocoran paru. Hipoksia akan menyebabkan gangguan pada berbagai organ mulai dari otak, jantung, paru, lambung dan pencernaan, hati, ginjal dan organ lainnya.

      4. Berakibat fatal pada penderita penyakit jantung

Pada seseorang yang memiliki kelainan jantung misal kelainan jantung bawaan atau pasien yang sudah ada gangguan paru bisa saja tekanan pada dada sesaat tersebut bisa menyebabkan komplikasi yang fatal.

 

Demikian permainan skip challenge yang sungguh tidak ada manfaatnya sama sekali. Bahkan beberapa praktisi kesehatan serta peneliti telah mengungkapkan bahwa permainan ini sangat berbahaya dan tidak untuk ditiru oleh siapapun. Salah satunya diungkapkan oleh Medical director Gramercy Heart and Vascular Centre Mount Elisa  beth Novena Singapura serta dr. Nikolas Wanahita yang menyatakan permainan ini sangat berbahaya.

 

Salam sehat..! Remaja bijak, pilih permainan yang bermanfaat!

 

 

Diambil dari berbagai sumber :
www.Kompas.com  , www.detikHealth.com  , www.Republika.co.id