Pernahkah menemui seseorang dengan kondisi mood yang berubah – ubah? Bahkan terkesan ekstrim dan tidak biasa. Ya… suatu kondisi yang menyebabkan perubahan suasana jiwa yang ekstrim adalah gangguan kejiwaan yang disebut bipolar disorder. Gangguan bipolar merupakan gangguan jiwa berat yang prevalensinya cukup tinggi. Studi di berbagai negara menunjukkan bahwa risiko untuk terjadinya gangguan bipolar sepanjang kehidupan adalah sekitar 1-2%. Beberapa masyarakat memang tidak terlalu familiar dengan gangguan ini, namun kondisi ini sempat menjadi viral karena salah satu penderitanya adalah salah satu aktris Indonesia yang terkenal dengan inisial (M). Bagi yang ingin tahu tentang bipolar disorder, silahkan disimak..

Pengertian

Bipolar disorder merupakan  suatu kondisi Suasana hati (mood) penderita yang sering berayun dari tingkat rendah (depressi) kemudian berubah ke atas (mania). Ketika berada pada tingkat depresi, si penderita akan merasa sedih tak berdaya, serta merasa berputus asa. Ketika pada tingkat mania, si penderita akan terlihat riang gembira dan penuh energi.

Penyebab

Hingga sekarang, seperti juga pada kebanyakan gangguan jiwa, penyebab dari gangguan jiwa bipolar belum diketahui secara pasti.

Adapun beberapa risko yang dapat meningkatkan kejadian bipolar disorder adalah…

  1. Faktor Genetik seperti mempunyai hubungan darah atau saudara penderita gangguan bipolar
  2. Periode pengalaman hidup yang sangat menekan (stressful).
  3. Penyalah guna obat atau alkohol.
  4. Perubahan hidup yang besar (depresi berat), seperti ditinggal mati orang yang dicintai.
  5. Kelainan otak yaitu jumlah substansia nigra dan aliran darah yang berkurang pada korteks prefrontal subgenual  dan atau ketidakseimbangan “key chemicals” di otak
  6. Serangan Virus

Gejala

Pada kondisi mania, beberapa gejala yang muncul antara lain:

Euphoria (gembira)

Inflated self-esteem (percaya diri berlebihan)

• Poor judgment (kemampuan menilai menjadi jelek)

• Bicara cepat

Racing thoughts (pikiran saling berkejar-kejaran)

• Aggressive behavior (perilaku agresif)

• Agitation or irritation (agitasi atau iritasi)

• Kegiatan fisik meningkat

Risky behavior (perilaku yang berbahaya)

• Spending sprees or unwise financial choices (tidak mampu mengelola uang, mengeluarkan uang tanpa perhitungan)

• Meningkatnya dorongan untuk berprestasi atau mencapai tujuan

• Meningkatnya dorongan seksual

• Berkurangnya dorongan untuk tidur, tidak merasa mengantuk.

• Konsentrasi gampang terganggu

• Sering bolos sekolah atau kerja

• Mempunyai waham atau keluar dari realitas

• Prestasi kerja atau sekolah menurun

Pada kondisi depresi, gejala yang muncul antara lain:

• Kesedihan

• Merasa tanpa harapan

• Keinginan atau tindakan bunuh diri

Anxiety (kecemasan)

• Perasaan bersalah

• Gangguan tidur

• Nafsu makan menurun atau bahkan naik.

• Merasa lelah berlebihan

• Hilangnya minat pada kegiatan yang dulu dinilainya menarik/ menyenangkan

Penanganan

Pengobatan gangguan bipolar biasanya memerlukan penanganan dokter spesialis jiwa, dengan melibatkan psikolog maupun perawat jiwa. Penanganan gangguan bipolar dilakukan dengan pemberian obat-obatan, psikoterapi (individual atau kelompok, keluarga), penyuluhan kesehatan dan dukungan kelompok.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemui Orang dengan Bipolar Disorder?

  1. Beri dukungan emosional, pengertian, dan kesabaran
  2. Pahami tentang bipolar disorder sehingga dapat berempati pada penderita.
  3. Ingatkan dan temani dalam penanganannya, baik dalam hal konsumsi obat maupun psikoterapi.
  4. Jangan pernah mengabaikan keinginannya untuk menyakiti diri sendiri, laporkan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Demikian informasi tentang bipolar disorder… semoga bermanfaat…

 


*dikutip dari berbagai sumber