Tahukah anda? Bahwa setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari HIV & AIDS Sedunia (World AIDS DAY). Jadi… kali ini kita akan membahas tentang HIV & AIDS. Yuk disimak…

Penyakit HIV & AIDS merupakan salah satu penyakit menular yang paling ditakuti karena keganasannya yang dapat menyebabkan kematian. Angka kejadian HIV & AIDS di Indonesia bahkan semakin meningkat selama lima tahun terakhir, yaitu dari 2010 – 2015 ketika negara Asia Pasifik lain mengalami penurunan. Data Statistik Ditjen P2PL Kemenkes RI menunjukkan Jumlah HIV & AIDS yang dilaporkan dari 1 Januari s.d. 31 Maret 2016 adalah 6,373 kasus HIV dan 305  kasus AIDS.  Penyakit HIV & AIDS tidak hanya menyerang kelompok risiko tinggi seperti Pekerja Seks Komersial (PSK) namun jusrtu data menunjukkan bahwa kelompok ibu rumah tangga menempati tempat teratas yang jumlahnya mencapai 6539 di tahun 2014. Oleh karena itu, pencegahan penularan penyakit HIV & AIDS sangat penting dan perlu dilakukan oleh seluruh masyarakat. Berikut adalah penjelasan mengenai HIV & AIDS serta pencegahannya.

Mengenal istilah HIV & AIDS

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan suatu infeksi yang menyerang kekebalan tubuh manusia, berdampak pada rusaknya sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh tidak mampu lagi mengusir infeksi. Suatu ciri penting dari infeksi HIV adalah bahwa biasanya diperlukan periode yang panjang setelah adanya infeksi awal dimana selama itu orang tersebut hanya sedikit sekali memperlihatkan atau bahkan tidak memperlihatkan gejala penyakit ini. Hal ini membuat deteksi dini penyakit HIV sulit dilakukan, namun deteksi tetap dapat dilakukan ditandai dengan terbentuknya antibodi dalam darah (3 sampai 12 minggu setelah infeksi terjadi).

Penyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan suatu sindrom/kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh Retrovirus yang menyerang sistem kekebalan atau pertahanan tubuh. Dengan rusaknya sistem kekebalan tubuh, maka orang yang terinfeksi mudah diserang penyakit-penyakit lain yang berakibat fatal, yang dikenal dengan infeksi oportunistik.

Gejala

Penderita HIV hanya memperlihatkan sedikit atau bahkan tidak terlihat adanya gejala-gejala. Terdapat periode munculnya gejala yaitu antara 3 sampai 8 tahun setelah infeksi awal. Pada periode ini, virus mulai merusak sistem kekebalan tubuh dengan timbulnya beberapa gejala seperti kehilangan berat badan, demam, diare, dan pembesaran pada kelenjar limpa. Hal ini biasanya berlanjut sampai benar-benar AIDS, yang berkembang pesat sejalan dengan kerusakan yang parah pada system kekebalan tubuh.

Penularan

Direktur PKBI, Inang Winarso menyatakan “Penularan HIV & AIDS terbesar di Indonesia saat ini ternyata terjadi di dalam rumah, di dalam kamar-kamar kita. Ibu rumah tangga yang terpapar HIV & AIDS ini selain ditulari, harus menanggung pula diskriminasi karena mereka sering dicap sebagai perempuan nakal.”

Sebenarnya apa saja jalur penularan HIV & AIDS?

  1. Suntikan atau luka akibat peralatan suntik yang terkontaminasi (seperti luka karena jarum suntik atau penggunaan obat melalui intravena) atau benda tajam lainnya;
  2. Melalui hubungan seksual (anal/vaginal);
  3. Melalui transfusi dengan darah atau produk darah yang terinfeksi atau transplantasi dengan bahan yang terinfeksi;
  4. Melalui perpindahan secara tidak langsung dari darah yang terinfeksi lewat penggunaan pisau cukur, sikat gigi dan barang-barang pribadi lainnya secara bersama-sama.
  5. Melalui kontal selaput lendir (seperti percikan cairan/bahan tubuh lewat mulut, hidung, mata atau kulit yang terbuka);
  6. Selama masa kehamilan, persalinan dan menyusui dari ibu ke anak.

Walaupun HIV dapat bertahan di dalam cairan/bahan tubuh di luar tubuh, tetapi virus ini tidak dapat bertahan untuk waktu yang lama di luar tubuh. Saat ini belum ada vaksin yang dapat melindungi dan melawan HIV. Belum ada bukti bahwa HIV dapat ditularkan melalui serangga, makanan dan minuman atau karena berbagi peralatan makan dan minum; bersin, batuk, keringat, air mata, bertukar pakaian atau gagang telepon; ataupun penggunaan toilet, urinoir atau kolam renang bersama-sama.

Pencegahan

Pencegahan HIV & AIDS dengan slogan ABCDE sangat mudah untuk diingat,  seperti berikut ini:

ABSTINENCE (Tidak berhubungan seks saat jauh dari pasangan)

BE FAITHFUL (Setia – Tidak gonta-ganti pasangan)

Use CONDOM (Memakai kondom saat melakukan hubungan seksual)

Don’t use DRUGS (Tidak mengonsumsi narkoba)

EDUCATION (Aktif mencari informasi yang benar mengenai HI/AIDS)

Anjuran dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), selain ABCDE pencegahan HIV & AIDS dapat juga dengan Profilaksis Pra-Pajanan dan Profilaksis Pasca-Pajanan (PPP). Profilaksis adalah pencegahan infeksi dengan obat. Pajanan adalah peristiwa yang menimbulkan risiko penularan. Jadi Profilaksis Pra-Pajanan adalah penggunaan obat untuk mencegah infeksi sebelum terjadi peristiwa yang berisiko, sedangkan Profilaksis Pasca-pajanan berarti penggunaan obat untuk mencegah infeksi setelah terjadi peristiwa yang berisiko. Profilaksis dilakukan dengan penggunaan obat antiretroviral (ARV). Menurut pedoman Kemenkes RI, paduan yang dianjurkan adalah AZT + 3TC + EFV atau AZT + 3TC + LPV/r.

Bagi keluarga yang hidup dengan Orang dengan HIV & AIDS (ODHA) tindakan pencegahan dan yang paling penting adalah konsistensi ODHA dalam mengonsumsi obat HIV yang disebut dengan terapi antiretroviral  (ART) dengan cara yang benar, setiap hari.

Demikian informasi mengenai HIV & AIDS dan pencegahannya. Semoga bermanfaat…

 

Dikutip dari berbagai sumber