Penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti karena keparahannya yang kerap kali menyebabkan kematian seseorang. Telah diketahui bahwa tren penyakit tidak menular termasuk penyakit jantung kini sangat mungkin menyerang kelompok usia dibawah 35 tahun. Salah satu kasusnya adalah kematian artis Mike Mohede (32 tahun) yang megalami kematian jantung mendadak Sudden Cardiac Death (SCD) ketika tidur siang. Berikut akan diulas tentang serangan jantung mendadak.

Perbedaan serangan jantung dengan kematian jantung mendadak

Serangan jantung biasa disebabkan karena masalah pada dari pembuluh darah di jantung. Serangan terjadi ketika terjadi penyumbatan mendadak arteri koroner sehingga memotong aliran darah ke jantung dan merusak otot jantung.

Sebaliknya, menurut Christine E. Lawless, MD, MBA, seorang ahli jantung dan dokter olahraga kedokteran di Chicago. kematian jantung mendadak adalah karena masalah “listrik” dalam jantung yang terjadi ketika sinyal-sinyal listrik yang mengendalikan sistem pompa jantung mengalami hubungan arus pendek. Secara tiba-tiba, jantung bisa berdetak dengan sangat cepat, menyebabkan ventrikel jantung bergetar atau berdebar, dan bukannya memompa darah secara terkoordinasi. Gangguan irama itu disebut fibrilasi ventrikel, “terjadi sebagai respons terhadap kondisi jantung yang menyebabkan gangguan tersebut, yang mungkin sudah atau belum terdeteksi.

Penyebab

Beberapa penyebab yang memungkinkan seseorang terkena serangan jantung pada usia muda seperti yang dilansir oleh kompas.com adalah sebagai berikut:

1. Hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Suatu kondidi abnormal yang mana otot jantung  mengalami penebalan, sehingga terjadi kesulitan bagi jantung untuk memompa darah. Walaupun biasanya tidak berakibat fatal pada kebanyakan orang, HCM menjadi penyebab paling umum kematian mendadak yang berkaitan dnegan jantung pada orang berusia di bawah 30 tahun.

2. Kelainan arteri koroner. Ini adalah kelainan bawaan, di mana seseorang dilahirkan dengan arteri jantung (arteri koroner) yang tidak normal. Kondisi ini dapat mengganggu aliran darah menuju ke jantung.

3. Long QT syndrom. Suatu kondisi peradangan jantung yang disebut miokarditis akut, di mana adanya gangguan irama jantung bawaan yang dapat menyebabkan detak jantung kacau. Penyebabnya adalah perubahan bagian di dalam jantung yang menyebabkan jantung berdetak dan membuat pingsan, bahkan mengancam jiwa.

Penyebab lainnya adalah radang otot jantung yang bisa disebabkan oleh virus dan penyakit lain.

Gejala

Beberapa gejala yang umumnya timbul adalah..

1. Pingsan tanpa sebab.

2. Sesak napas

3. Nyeri di punggung, lengan atau dada

Faktor Risiko

Menurut CDC, faktor risiko dari penyakit jantung adalah sebagai beriukt :

1. Tekanan darah tinggi (Hipertensi)

2. Kolesterol tinggi

3.Kebiasaan Merokok dan meminum alkohol

4. Obesitas

5. Inaktivitas atau kurang aktivitas fisik

Pencegahan

Menjalankan gaya hidup sehat merupakan pencegahan terbaik agar tidak terkena serangan jantung maupun kematian jantung mendadak yaitu (CDC, 2015):


1. Pola makan yang sehat (seimbang)

Memilih makanan dan snack yang sehat merupakan cara menghindari penyakit jantung dan komplikasinya. Pastikan untuk makan banyak buah-buahan dan sayuran segar dan mengurangi makanan olahan. Mengonsumsi makanan rendah lemak dan kolesterol serta tinggi serat dapat membantu mencegah kolesterol tinggi. Membatasi garam dalam makanan sehari – hari agar dapat menurunkan tekanan darah. Selain itu, membatasi gula dalam diet dapat menurunkan tingkat gula darah untuk mencegah atau membantu mengontrol diabetes.

2.  Menjaga Berat Badan (BB) normal

Kegemukan dan obesitas merupakan faktor risiko penyakit jantung, sehingga pencegahan dilakukan dengan mengontrol berat badan agar tetap ideal. Hal pertama yanga harus dilakukan untuk mendapatkan BB normal adalah mengetahui Body Mass Index (BMI) yaitu dengan rumus BB (Kg) / TB (m)2.  

3. Aktivitas fisik yang cukup.

Aktivitas fisik dapat membantu mempertahankan berat badan yang sehat dan menurunkan tingkat tekanan darah, kolesterol, serta gula darah. Untuk dewasa, Surgeon General merekomendasikan selama 2 jam setengah untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat atau bersepeda, setiap minggu. Anak-anak dan remaja harus melakukan 1 jam aktivitas fisik setiap hari.

4. Tidak merokok dan hindari minuman beralkohol

Merokok sangat meningkatkan risiko penyakit jantung dan sebaiknya bagi yang belum merokok jangan pernah mencoba untuk melakukan kebiasaan ini. Jika seudah terlanjur merokok, dianjurjan untuk berhenti merokok bisa dengan konsultasi kepada dokter/ tenaga kesehatan di Puskesmas. Begitu juga dengan minuman beralkohol yang harus dihindari agar mencegah risiko timbulnya penyakit jantung.

Bagi yang berisiko tinggi mengalami kematian jantung mendadak, biasanya dokter menyarankan untuk menghindari olahraga yang bersifat kompetisi. Selain itu, tergantung juga dari kondisi ornag yang bersaangkutan, perawatan medis atau bahkan pembedahan bisa direkomendasikan oleh dokter untuk menurunkan risiko kematian mendadak. Pilihan lainnya, bagi Anda yang menderita HCM bisa dilakukan pemasangan alat implantable cardioverter-defibrillator (ICD) untuk memonitor detak jantung. Jika aritmia yang mengancam jiwa terjadi, secara otomatis alat akan memberikan sengatan listrik untuk mengembalikan detak jantung ke irama normal.

Demikian informasi mengenai kematian jantung mendadak yang bisa mengancam jiwa para pemuda. Semoga dengan informasi ini, setiap orang bisa lebih meyayangi jantungnya dengan menerapkan gaya hidup sehat dalam kesehariannya. Karena jika bukan kita yang menjaganya, siapa lagi?